Bambu Filipin

Tidak Terancam • Lokasi: Gedung H

Ringkasan

Bambu Filipin adalah bambu hias berumpun dengan daun lebat yang digunakan sebagai pagar alami, peneduh, dan penyeimbang lingkungan taman.


Informasi

Nama ilmiah Bambusa vulgaris
Famili Poaceae
Kode QR FLR-0065

Deskripsi

Bambu Filipin merupakan sebutan lokal untuk tanaman bambu hias dari spesies Bambusa vulgaris yang umum digunakan dalam lanskap taman tropis. Tanaman ini tumbuh dalam bentuk rumpun rapat (clumping bamboo) dengan batang (culm) berdiameter relatif kecil hingga sedang, berwarna hijau hingga kekuningan, serta memiliki ruas-ruas yang jelas.


Daunnya berbentuk lanset memanjang, tumbuh lebat pada cabang-cabang kecil, sehingga memberikan kesan rindang dan estetis. Tinggi tanaman dapat mencapai 8–15 meter, namun dalam pemanfaatan taman biasanya dipangkas untuk menjaga proporsi visual.


Dalam konteks lanskap, bambu Filipin banyak digunakan sebagai pagar alami, peneduh, serta elemen pembatas area karena pertumbuhannya yang terkontrol (tidak invasif seperti bambu menjalar). Secara ekologis, tanaman ini berperan sebagai penyerap karbon, penahan erosi, serta penyeimbang mikroklimat di lingkungan sekitarnya. Statusnya termasuk Least Concern (LC) karena tersebar luas dan mudah dibudidayakan.

Lihat Semua Flora Lihat di Peta

Fakta Unik


Tempel QR fisik di tanaman. URL-nya adalah:
Loading QR…

Koordinat Lokasi

-7.2993673, 112.7671603

Buka di Google Maps

Profil Ilmiah

Nama Ilmiah Bambusa vulgaris
Famili Poaceae
Kategori Hias — Bambu berumpun (clumping bamboo)
Status Global LC (Least Concern) / Umum
Status Nasional -
Asal Wilayah Asia tropis

Manfaat Ekologis

Menyerap karbon (carbon sink), Menahan erosi tanah, Menjaga kelembapan dan struktur tanah, Menciptakan mikroklimat yang lebih sejuk

Budaya / Medis

Pagar alami / pembatas area, Elemen estetika taman, Peneduh alami, Material tradisional (kerajinan ringan)

Referensi

Jurnal spesifik:
Scurlock, J. M. O., Dayton, D. C., & Hames, B. (2000). Bamboo: an overlooked biomass resource? Biomass and Bioenergy.
https://doi.org/10.1016/S0961-9534(99)00038-6

Nath, A. J., Lal, R., & Das, A. K. (2015). Managing woody bamboos for carbon farming and carbon trading. Global Ecology and Conservation.
https://doi.org/10.1016/j.gecco.2015.07.002

Liese, W., & Köhl, M. (2015). Bamboo: The plant and its uses. Springer.
https://link.springer.com/book/10.1007/978-3-319-14133-6

Sumber ilmiah umum:
Royal Botanic Gardens, Kew. (2023). Bambusa vulgaris. Plants of the World Online.
https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:40034638-1

← Kembali